W.R.Supratman

Perjalanan Karir Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya :
Ketika Wr Supratman masih berumur sekitar 11 tahun, dia ikut kakaknya Roekijem untuk tinggal di Makassar. Kemudian, Wr Supratman di sekolahkan dengan baik olehWillem Van Eldik yaitu suami Roekijem. Ketika di sana, Wr Supratman mulai mempelajari bahasa Belanda selama 3 tahun dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke Normal School pada tahun 1923. Setelah Selesai, Wr Supratman menjadi guru di sekolah angka 2 dan mulai bekerja di sebuah perusahaan dagang yang terletak di Ujung Padang. Lalu, Wr Supratman pindah profesi menjadi wartawan surat kabar“Kaoem Moeda” di Bandung. Tidak lama kemudian pindah di surat Kabar “Sin Poo”Jakarta. Di situlah Wr Supratman mulai bergaul dengan banyak tokoh Pergerakan Nasional. Karena itulah dia mulai tertarik dengan Pergerakan Nasional.
Semakin mengenal pergerakan nasional, Wr Supratman semakin sadar dan mulai timbul rasa geram terhadap Belanda. Akhirnya, untuk melampiaskan perasaan geramnya Wr Supratman mulai menciptakan sebuah buku yang berjudul “Perawan Desa”. Terbitnya buku ini memicu banyak orang agar untuk mau bersatu melawan Belanda. Dan ketika mengetahuinya, Belanda langsung mengambil buku tersebut dan melarangnya beredar.
Setelah Wr Supratman berpindah tugas di Kota Singkang, dia berniat untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memilih kembali ke tempat tinggal kakaknya Roekijem di Makassar. Roekijem sendiri adalah wanita yang pandai bermain alat musik biola dan sandiwara. Beberapa hasil kreasinya tersebut berhasil dipentaskan di MessMiliter. Kepandaian kakaknya ini menarik jiwa Wr Supratman untuk mulai mempelajari musik. Sang kakak pun mengajarinya tentang musik. Akhirnya Wr Supratman mulai menunjukan kemajuannya dengan merubah beberapa lagu.
Suatu hari wr supratman membaca sebuah buku yang intinya melarang semua orang untuk menciptakan lagu tentang Indonesia. Membaca hal ini Wr Supratman menjadi tertantang untuk menciptakan sebuah lagu yang dikenang sepanjang masa. Akhirnya pada tahun 1924 terciptalah lagu ‘Indonesia Raja’ karyanya. Dan ketika tahun 1928 diadakan Kongres Pemuda di mana, para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan Indonesia. Wr Supratman menghadiri acara tersebut dan di sana ia pertama kalinya memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental tanpa syair. Hal ini tentu membuat hadirin terharu karena, lewat lagu Indonesia Raya mampu mewakili keinginan rakyat untuk segera bangkit dari cengkeraman Belanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar